Probolinggo,seputarjawatimur.com – Program Petani Aren Mandiri yang diluncurkan oleh PLN Nusantara Power UP Paiton di Desa Kalianan, Krucil, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. PLN Nusantara Power UP Paiton punya komitmen besar terhadap pemberdayaan petani serta pemanfaatan potensi ekonomi dari tanaman aren. Dengan adanya pelatihan dan demonstrasi penanaman bibit aren, petani setempat diharapkan bisa memanfaatkan teknologi pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen mereka.
Aren memang memiliki prospek ekonomi yang menarik, karena selain menghasilkan gula aren yang banyak digunakan dalam berbagai produk, tanaman ini juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai produk turunannya, seperti sapu aren, tutup botol, hingga bahan baku kerajinan. Melalui program ini, PLN Nusantara Power tidak hanya membantu meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Dwi Juli Harsono, Senior Manager PLN Nusantara Power UP Paiton, mengenalkan teknik pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan kepada para petani. Dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik, hal ini dapat meningkatkan pendapatan serta kualitas hidup para petani.
“Desa Kalianan memiliki lahan yang luas dan iklim yang cocok untuk menanam aren. Oleh karena itu, melalui program ini, kami ingin memberikan dukungan teknis dan bantuan bibit kepada petani agar mereka dapat lebih mandiri dan mendapatkan keuntungan yang lebih baik,” ujarnya.
Program ini mencakup distribusi bibit aren unggul kepada para petani, serta penyuluhan tentang cara budidaya yang optimal, mulai dari pemilihan lahan, teknik penanaman, hingga proses pascapanen. Selain itu, petani juga akan diajarkan tentang cara memasarkan produk aren secara efektif untuk meningkatkan pendapatan.
“Tak hanya itu, kami siapkan gedung, peralatan produksi aren dan bibit aren sebagai CSR PLN Nusantara Power UP Paiton,” kata Dwi.
Para petani aren yang bergabung dalam program Petani Aren Mandiri merasa terbantu dalam peningkatan produksi aren sekaligus menambah pengetahuan mereka. Salah satunya adalah Eko yang merupakan seorang petani dari Desa Kalianan.
“Awalnya kami hanya memproduksi untuk kebutuhan lokal, dengan penjualan sekitar 2 hingga 5 kilogram per hari. Tetapi, sekarang dengan adanya fasilitas produksi dan pelatihan yang kami dapatkan, gula aren kami dapat dipasarkan lebih luas,” ungkap Eko.
Sebelum bergabung dalam program Petani Aren Mandiri (Paman) ini, Eko dan kelompoknya hanya mampu memproduksi sekitar 10 kilogram gula aren per hari. Berkat bantuan CSR PLN Nusantara Power UP Paiton dengan fasilitas rumah produksi yang telah disediakan, kapasitas mereka kini meningkat dua kali lipat menjadi 20 kilogram per hari.
Acara ini dilaksanakan sebagai bentuk peresmian rumah produksi aren menjadi tempat tersentral untuk memproduksi berbagai macam produk olahan gula aren di Desa Kalianan. Acara ini sekaligus menjadi permulaan simbolis penanaman aren di Kalianan untuk selanjutnya dilakukan penanaman secara masif oleh masyarakat.
PLN Nusantara Power UP Paiton terus berkomitmen mendukung program-program berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Diharapkan program Petani Aren Mandiri ini dapat berkontribusi pada peningkatan pendapatan daerah dan ketahanan pangan sekaligus memberikan manfaat lingkungan, seperti menjaga keseimbangan ekosistem dan memperbaiki kualitas tanah sehingga sukses membawa perubahan positif bagi kesejahteraan masyarakat di Desa Kalianan.(bhj)












