Kepentingan Otopsi , Polisi Bongkar Makam Santri Yang Di Duga Tewas Di Aniaya

Blitar.seputarjawatimur.com Pembongkaran makam santri di Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, ini dilakukan setelah adanya dugaan bahwa korban meninggal akibat tindakan kekerasan oleh salah satu ustad di pondok pesantren tempatnya menuntut ilmu. Santri tersebut diduga tewas karena dilempar dengan kayu yang dipasangi paku oleh ustad tersebut.
Pembongkaran makam oleh tim forensik dari RS Bhayangkara Kediri dilakukan di pemakaman umum Desa Dadaplangu, Kecamatan Ponggok, pada Jumat, (4/10/2004).

Proses pembongkaran makam dan otopsi memakan waktu sekitar satu jam. Hal ini dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban, mengingat dugaan kekerasan yang melibatkan ustad tersebut menimbulkan kekhawatiran dan sorotan dari masyarakat setempat.
Hasil otopsi ini diharapkan dapat menjadi bukti penting dalam penyelidikan polisi untuk memastikan apakah benar ada tindak pidana yang menyebabkan kematian santri tersebut. Kasus ini sedang dalam penanganan pihak berwenang, dan perkembangan lebih lanjut akan bergantung pada hasil dari otopsi dan penyelidikan yang berjalan.

Kasi Humas Polres Blitar Kota Iptu Samsul Anwar mengatakan pihak kepolisian melakukan otopsi untuk melengkapi berkas penyidikan lebih lanjut.

“Ini untuk melengkapi penyidikan lebih lanjut wajib dilakukan otopsi terhadap korban. Nanti setelah lengkap diserahkan ke kejaksaan,” ujar Samsul.

Dia menambahkan, keluarga korban bersedia untuk dilakukan otopsi terhadap korban setelah mendapat penjelasan dari kepolisian soal kepentingan otopsi ini.

“Dari keluarga pertama belum mengetahui kepentingan otopsi itu untuk apa. Setelah dijelaskan baru mengerti dan menyetujui adanya proses otopsi ini,” imbuhnya.

Nenek dan paman korban sendiri juga terlihat dalam proses otopsi tersebut. Keduanya saat ditanya, menuturkan bahwa akan mengikuti proses hukum. “Ya kami mengikuti proses hukum. Kamu serahkan ke polisi,” ujar nenek korban Suparti.

Untuk diketahui, MK (14) warga Desa Dadaplangu, Kecamatan Ponggok meninggal dunia di pondok pesantren yang ada di Desa Bacem Kecamatan Ponggok.

MK meninggal diduga dilempar kayu berpaku oleh salah satu ustad di Ponpes tersebut. Paku tersebut menancap di kepala bagian belakang, hingga akhirnya korban meninggal dunia tiga hari setelahnya saat menjalani perawatan di rumah sakit.(SUK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *