Maulid Nabi Sebagai Refleksi Diri Untuk Meneladani Akhlak Rasulullah Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Probolinggo.seputarjawatimur.com Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Genggong (UNHASA) memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dengan menggelar acara di GOR Damanhuri Romli Pondok Pesantren Zainul Hasan pada Kamis (3/9).

Acara tersebut berlangsung khidmat, dihadiri oleh para santri, mahasiswa, dosen, serta masyarakat sekitar. Selain menjadi momen refleksi atas keteladanan Nabi Muhammad SAW, acara ini juga diisi dengan ceramah agama, pembacaan shalawat, dan tausiyah oleh Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan, KH Moh. Hasan Mutawakkil Alallah.

Acara tersebut mempunyai makna pentingnya meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Tradisi Maulid ini menjadi salah satu kegiatan penting di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong setiap tahunnya untuk memperkuat kecintaan umat kepada Nabi Muhammad SAW.

Dalam sambutannya KH Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, pada acara peringatan Maulid Nabi di GOR Damanhuri Romli, menyampaikan pesan penting kepada para mahasiswa dan santri Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Genggong.

Beliau menekankan bahwa sebagai mahasiswa santri Genggong, memiliki kewajiban untuk menjaga akhlak dan kesantriannya. Beliau juga menegaskan bahwa para kiai tidak akan merestui jika ada tindakan yang menyebabkan Genggong terkena aksi demo atau tindakan yang merusak nama baik pondok pesantren.

“ Dengan demikian, santri diharapkan mampu menjadi contoh yang baik di masyarakat, tetap menjunjung tinggi adab, dan menjaga kehormatan lembaga pendidikan serta pondok pesantren.” Ungkapnya

Sementara Dr. Abd Aziz Wahab, Kepala Biro Pendidikan, dalam sambutannya mengingatkan para mahasiswa berkarakter santri tentang pentingnya meneladani sifat dan sikap Rasulullah SAW. Beliau menekankan bahwa sebagai mahasiswa yang berkarakter santri,

“ kita harus mengimplementasikan nilai-nilai yang diajarkan oleh Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.” Tandasnya .

Dengan meneladani sifat dan sikap Rasulullah SAW, mahasiswa santri dapat menjaga keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai agama, serta menjadi pribadi yang berkontribusi positif bagi masyarakat.
(bhj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *