Polisi Periksa Para Saksi Dugaan Pencabulan Paman Terhadap Keponakan di Probolinggo

{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false}

PROBOLINGGO, Seputarjawatimur.com – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Probolinggo memeriksa sejumlah saksi dugaan pencabulan yang dilakukan paman terhadap keponakannya, Rabu (2/10/2024).

Korban yang saat ini tengah hamil itu berinisial NM (14) warga Kecamatan Bantaran. Sedangkan pamannya yang merupakan terduga pelaku berinisial SH warga Kecamatan Wonomerto.

Kanit PPA Polres Probolinggo Aiptu Agung Dewantara menjelaskan, pihaknya sudah memeriksa lima orang saksi pendukung dari pihak korban. Sementara terduga pelaku masih dilakukan pemanggilan dengan status saksi.

“Suratnya sudah kami kirim kepada yang bersangkutan dengan status saksi, besok dihadirkan untuk diperiksa,” katanya.

Agung menjelaskan, dugaan tindak pidana pencabulan itu dilaporkan pihak korban pada 12 September 2024 lalu. Laporan itu ditindaklanjuti dengan melakukan visum terhadap korban hingga kasus masuk dalam tahap penyidikan.

“Terkait bagaimana korban bisa disetubuhi, berapa kali dan terkait kehamilannya kami terus dalami,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa setempat berinisial ABD menceritakan, dari keterangan korban, peristiwa pencabulan itu terjadi pada Oktober 2024 lalu, tepat di saat nenek korban meninggal.

“Saat itu korban menginap di rumah neneknya, termasuk pamannya juga menginap. Nah ketika sudah tertidur semua baru paman ini masuk ke kamar korban dan meniduri korban,” paparnya.

Awalnya korban menolak, namun karena takut dengan ancaman sang paman. Akhirnya korban terpaksa melayani nafsu bejat paman. Tak tanggung, terduga pelaku ini melakukan hingga tiga kali di tempat dan waktu yang berbeda.

“Memang anaknya polos ini, sehingga mudah dikibuli oleh pamannya, setelah itu baru korban cerita ke sepupunya, barulah terungkap,” ucapnya.

Selain bercerita ke sepupunya, korban juga didapati tidak pernah membeli pembalut, alhasil keluarga curiga dan langsung memeriksakan korban ke bidan. Setelah diketahui hamil, kasus ini langsung dilaporkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *