Kediri.Seputarjawatimur.com-Sempat terjadinya peristiwa kebocoran tangki BBM salah satu SPBU di Tempurejo, Pesantren Kota Kediri, Pendamping Masyarakat dari Aliansi Kediri Bersatu, Kuasa Hukum SPBU setempat dan Dinas Kebersihan Lingkungan Hidup Persampahan Kota Kediri sepakat persoalan tersebut selesai dan berdamai dengan membuat kesepakatan bersama yang dituangkan dalam berita acara yang bertanda tangan dari para pihak.
Bentuk berita acara kesepakatan penyelesaian pencemaran dibuat di Kantor DLHKP Kota Kediri pada Selasa (13/8/2024 ) siang.
Supriyo yang juga Koordinator Aliansi Kediri Bersatu dan ditunjuk sebagai kuasa perwakilan warga dan Eko Budiono selaku kuasa pihak SPBU serta disaksikan Imam Muttaqin selaku Kepala DLHKP diketahui ada lima point’ kesepakatan.
Adapun isi kesepakatan sebagai berikut :
Pihak SPBU bersedia melakukan pengeboran di sumur warga baik yang sudah bebas TPH (11 sumur) maupun yang belum bebas TPH (3 sumur)
Sebelum dibuat untuk kegiatan untuk memasak DLHKP melakukan uji air bersih lebih dahulu.
Untuk pemberian kompensasi uang ke warga bulan Agustus 2024, akan dihentikan dialihkan untuk pembiayaan pembuatan sumur baru.
Kompensasi air bersih dan air galon diberikan sampai dengan tersedianya sumur bor air bersih. Setelah sumur bor air bersih tersedia, pihak SPBU sudah tidak memberikan kompensasinya.
Dengan sudah dilaksanakan kesepakatan diatas, warga sudah tidak melakukan permintaan kesepakatan lagi kecuali ada kejadian / musibah dikemudian hari seperti yang terjadi peristiwa sebelumnya.
Selanjutnya hasil keputusan ini disampaikan dan warga menyatakan sepakat menerima.
Eko Budiono selaku kuasa hukum SPBU, menyampaikan bahwa segala kebutuhan terkait kompensasi akan ditanggung oleh pihak SPBU.
“Permasalahan telah selesai dengan kata sepakat dan semua yang menanggung pihak SPBU,” terang Eko Budiono.
Supriyo selaku perwakilan kuasa pendamping warga dalam keterangannya menyebutkan, bahwa sebenarnya pihak SPBU sejak awal memiliki itikad baik dan telah melakukan berbagai upaya untuk memberikan kompensasi yang keluar tidak sedikit dan kisaran mencapai miliaran rupiah
“Pihak SPBU sejak awal sebenarnya tidak mau berbenturan dengan warga. Bahkan mereka berencana melaporkan hal ini ke Polisi, karena telah menghabiskan uang banyak namun masalah tak kunjung selesai. Kami menduga ada sejumlah oknum berusaha mencari keuntungan di balik musibah ini,” tandasnya (Tar)












