Daerah  

“Lapor kanda “ Jadi Ajang Jual Beli Keluhan Antara Warga Dan Pj Bupati Probolinggo

Probolinggo.seputajawatimur.com. Sejak di launchingnya progam lapor kanda oleh Pj Bupati Probolinggo Ugas Irwanto, sudah ada sebanyak 129 laporan yang masuk kepada admin call center. Dari jumlah tersebut, ada sebanyak 121 laporan yang berhasil ditangani, atau 93,80 persen selesai.

 

Diketahui, Laporan yang masuk didominasi oleh laporan jalan rusak, yakni 29 laporan. Disusul laporan pembangunan jalan sebanyak 10 laporan, hingga total ada 39 laporan mengenai jalan.

 

Dari 39 laporan itu, dapat diselesaikan sebanyak 36 laporan, dan 3 laporan sisanya masih menunggu anggaran 2024 mendatang.

 

Selain jalan, ada pula laporan mengenai sengketa tanah, bantuan sosial, Pj Kades, kekeringan, tambang pasir, aliran PDAM, bangunan sekolah, izin lembaga pendidikan, penipuan online, traffic light, izin lembaga pendidikan, penebangan pohon, balap liar.

 

Bantuan sosial, pencemaran lingkungan, jembatan rusak, bau kandang ayam, penyelewengan dana desa, hak waris, pengelolaan wisata, sampah berserakan, dan masih banyak lagi aduan-aduan yang disampaikan di progam lapor kanda.

 

Pj Bupati Probolinggo Ugas Irwanto mengatakan, pada progam lapor kanda ini tersedia operator yang siap 24 jam memantau segala jenis pengaduan dari masyarakat. Kemudian operator tersebut, akan menanyakan identitas yang bersangkutan.

 

Tidak perlu takut, pertanyaan identitas itu hanya untuk memastikan, bahwa yang mengadukan adalah warga Kabupaten Probolinggo dan apa yang diadukan benar adanya. Dan identitas yang bersangkutan, akan dirahasiakan oleh operator.

 

“Setelah itu, operator akan mengirim ke group yang diisi pejabat Pemkab Probolinggo, untuk kemudian ditindaklanjuti. Dan alhamdulillah mayoritas laporan yang kami terima sudah kami tindak lanjuti,” terangnya, Selasa (5/12/2023)

 

Ugas menjelaskan, jika dengan adanya lapor kanda ini pihaknya dapat mengetahui permasalahan yang ada di tengah masyarakat.

 

“Masyarakat dipersilahkan untuk menyampaikan semua keluhannya terhadap pelayanan di Kabupaten Probolinggo. Baik keluhan tentang infrastruktur, pendidikan, keagamaan, keamanan dan kesehatan,” ucapnya.(fan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *