Budi Daya Melon Green House Di Gandrungi Petani Milenial . Lahan Pas-Pasan , Untung Melimpah

PROBOLINGGO.Seputarjawatimur.com – Melon merupakan salah satu buah yang banyak ditanam oleh para petani dengan system tanam yang masih konvensional atau tabur benih diladang terbuka.

Namun di Probolinggo seorang petani bernama Izak Mustaqim , warga Desa Sogaan Kecamatan Pakuniran , sukses membudidayakan tanaman melon dengan syitem green house atau rumah kaca.

Greenhouse atau rumah kaca adalah struktur bangunan tertutup yang dirancang untuk membantu pertumbuhan tanaman dengan menciptakan lingkungan yang terkendali. Fungsi utama dari greenhouse adalah mengoptimalkan pertumbuhan tanaman dengan mengatur suhu, kelembapan, pencahayaan, dan sirkulasi udara di dalamnya. Selain itu, greenhouse juga berfungsi sebagai perlindungan terhadap cuaca ekstrem, pengendalian hama dan penyakit, perpanjangan musim tanam, dan peningkatan produktivitas serta kualitas tanaman.

Menurut pria lulusan sarjana pertanian Universitas Brawijaya Malang ini.Budidaya tanaman melon di dalam greenhouse memiliki potensi untuk menghasilkan keuntungan yang besar,karena bibit yang di tanama merupakan bibit pilihan sebab bibit melon premium tersebut belum ada bibit melon local “ Kebutuhan bibit melon local sangat sulit di produksi atau diturunkan, sehingga melon melon milik kami adalah keluaran Eropa “ katanya.

Izak menambahkan , Melon jenis premium yang ditanam di ladang samping rumahnya tersebut sebanyak 1900 pohon dengan presentase hidup 95 persen. Sementara harga jual melon jenis ini berkisar antar Rp 20.000 sampai Rp 25 000 per kilo gramnya .

Sementara dewan penasehat Himpunan Kerukunan Tani Inddonesia (HKTI) Kabupaten Probolinggo Dr Moh. Haris Damanhuri (Gus Haris ) mengatakan , Kabupaten Probolinggo ke depan menjadi kawasan ekonomi yang berbasis agrebisnis keterlibatan anak anak muda atau kaum milenial dalam pengembangan budidaya melon Green house.

“ Kebetulan ini ada mas Izak yang sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu dan mencoba membangun mainside menjadi petani dengan basic sebuah tehnologi dan mampu menghasilkan produk yang unggul , yang baik tanpa memerlukan lahan yang luas “ ungkap Gus Haris.

Gus Haris menambhakan dalam penamanam melon di Green Hose tersebut tidak berbicara tentang kuantitas , namun lebih ditekankan pada kualitas .” Dengan begitu baru ada info panen aja sudah banyak pesanan dari superket dan lain sebagainya dan ini terus dikembangkan “ Tambah Gus Haris .( bhj )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *