Pasuruan, seputarjawatimur.com – Temuan ketidak netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasuruan, oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pasuruan pada kegiatan di akhir tahun oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dengan calon legislatif (caleg) terus didalami.
Dalam temuan oleh Bawaslu kegiatan tersebut di sebuah rumah makan di kawasan Purwosari, pertemuan ini dihadiri Irsyad Yusuf mantan Bupati Pasuruan yang saat ini maju menjadi Caleg DPR RI dari PKB dapil Jatim II.
Ketua Bawaslu Kabupaten Arie Yoenianto mengatakan, saat ini Bawaslu melakukan kajian memperdalam dan menelusuri informasi dan klarifikasi sebagai bahan pemeriksaan lebih lanjut.
“Dari pemeriksaan kepala dinas pendidikan dan kebudayaan mengakui adanya pertemuan dengan caleg yang bersangkutan, hadir dalam kegiatan rapat yang digelar oleh guru-guru,” kata Arie, Selasa (23/01/2024) siang.
Arie menambahkan kemungkinan besar pertemuan Caleg DPR RI dengan PGRI ini juga berkaitan dengan pertemuan caleg yang sama dengan pertemuan bersama HIMPAUDI dan IGTKI yang masih dalam proses pemeriksaan Bawaslu.
“Ini yang sedang kami kembangkan. Kami melihat banyak guru yang berstatus ASN dan menjadi bagian dalam organisasi profesi yang saya sebutkan tadi, itu ikut hadir dalam pertemuan dengan Caleg DPR RI,” urainya.
Dalam hasil pengembangan ini, kata Arie, ada dua kegiatan pertemuan Caleg DPR RI bersama dengan organisasi guru. Apakah ini disengaja atau tidak disengaja, itu masih dalam pendalaman Bawaslu.
Ketua PGRI Kabupaten Pasuruan Musta’in saat dikonfirmasi tidak menampik adanya pertemuan dengan Caleg DPR RI di sebuah rumah makan akhir tahun kemarin. Dia juga tidak menampik ada Kadisdikbud yang hadir dalam acara itu.
Hanya saja, ia berkilah bahwa itu bukan kegiatan resmi. Pertemuan itu hanya sebatas makan – makan saja. Sebab, jika itu undangan atau pertemuan resmi, maka ada undangan dan seragam PGRI yang digunakan. (nik)












