Bunda GenRe Kecamatan Dikukuhkan, Pemkab Probolinggo Perkuat Upaya Cegah Stunting dan Pernikahan Anak

PROBOLINGGO-seputarjawatimur.com – Pemerintah Kabupaten Probolinggo terus memperkuat pembangunan keluarga sebagai fondasi mencetak generasi unggul. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui pengukuhan Bunda Generasi Berencana (GenRe) Kecamatan se-Kabupaten Probolinggo yang digelar di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa, Rabu (22/7/2026).

Pengukuhan yang menjadi rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, jajaran Forkopimda, Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Probolinggo Rita Erik Ugas Irwanto, Ketua Tim Kerja Ketahanan Keluarga Perwakilan BKKBN Jawa Timur Sofia Hanik, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo A’at Kardono, Kepala Dinas Kesehatan dr. Hariawan Dwi Tamtomo serta Kepala Dinas Tenaga Kerja Saniwar.

Prosesi pengukuhan dilakukan oleh Asisten Administrasi Umum Sekda Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto kepada para Ketua TP PKK kecamatan yang kini resmi mengemban amanah sebagai Bunda GenRe.

Program tersebut menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mendukung percepatan penurunan angka stunting, pencegahan pernikahan usia anak serta peningkatan kualitas generasi muda. Selain itu, gerakan ini juga mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak, peningkatan pemahaman keluarga mengenai pemenuhan gizi serta pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan sebagai periode emas tumbuh kembang anak.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto yang mewakili Bupati Probolinggo menegaskan bahwa Bunda GenRe memiliki posisi strategis sebagai penggerak sekaligus penghubung antara pemerintah dengan masyarakat dalam menyukseskan berbagai program pembangunan keluarga.

“Kepada Bunda GenRe yang telah dikukuhkan kami ucapkan selamat. Semoga dapat mengemban amanah dengan baik sebagai ibu teladan dan motivator yang menjadi figur strategis dalam pembinaan remaja mulai tingkat kecamatan, desa hingga keluarga. Terus bersinergi untuk mewujudkan Kabupaten Probolinggo Zero Stunting dan sumber daya manusia yang unggul,” ujar Ugas.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris mengajak seluruh Bunda GenRe untuk semakin menguatkan peran Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Menurutnya, PIK-R menjadi ruang penting dalam membina remaja agar memiliki perencanaan masa depan yang baik serta terhindar dari berbagai persoalan sosial.

“Mari bersama-sama kita kuatkan PIK-R di sekolah dan masyarakat, kita dukung para Duta GenRe sebagai agen perubahan dan kita pastikan tidak ada lagi remaja yang putus sekolah, pernikahan anak maupun yang terjerumus pada penyalahgunaan narkoba dan paham radikalisme,” tegas Ning Marisa.

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun budaya hidup sehat dan berencana sejak usia remaja, termasuk mendorong usia pernikahan ideal, yakni 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki sebagai upaya menciptakan keluarga yang berkualitas.

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo A’at Kardono menjelaskan, pengukuhan Bunda GenRe diharapkan mampu memperkuat sinergi lintas sektor dalam membangun keluarga yang tangguh. Melalui peran aktif para Bunda GenRe di setiap kecamatan, pemerintah optimistis target percepatan penurunan stunting, optimalisasi bonus demografi serta peningkatan kualitas pengasuhan anak dapat tercapai.

Dengan kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah, keluarga, sekolah dan masyarakat, Pemkab Probolinggo berharap lahir generasi muda yang sehat, cerdas, berkarakter dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

Bila diinginkan, saya juga dapat membuat versi yang lebih bergaya jurnalistik koran harian dengan lead yang lebih kuat dan kutipan narasumber dipadatkan.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *