Probolinggo.seputarjawatimur.com – SMA Unggulan Haf-Sa Zainul Hasan BPPT Genggong, Pajarakan, Kabupaten Probolinggo kembali menggelar Excellent Festival of SMA Unggulan Haf-Sa (EXFESH) 2026. Ajang kompetisi pelajar tahunan ini menjadi wadah pengembangan potensi akademik dan non-akademik bagi pelajar tingkat SMP/MTs sederajat hingga SLTA dari berbagai daerah di Indonesia.
Kepala SMA Unggulan Haf-Sa, M. Inzah, S.Pd.I menyampaikan bahwa EXFESH tidak sekadar perlombaan, namun juga sarana pembinaan karakter dan kompetensi siswa. Festival ini dirancang untuk melatih kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta, sekaligus menumbuhkan semangat berprestasi di kalangan pelajar.
“Melalui EXFESH, kami ingin memberikan ruang bagi pelajar untuk mengembangkan potensi mereka, baik di bidang akademik maupun keagamaan. Ini juga menjadi ajang silaturahmi pelajar dari berbagai daerah,” ujarnya.
EXFESH 2026 mengusung tema *“Living Religiously with Science and Technology”*, yang memadukan nilai-nilai religius dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kegiatan ini diawali dengan babak penyisihan yang digelar secara daring sejak 11 April 2026, kemudian dilanjutkan dengan babak semifinal dan final yang berlangsung secara luring pada 25 April 2026 di kampus SMA Unggulan Haf-Sa Zainul Hasan BPPT Genggong.
Peserta EXFESH tahun ini datang dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Sragen, Trenggalek, Bondowoso, serta sejumlah wilayah lainnya. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa EXFESH telah menjadi ajang bergengsi di tingkat nasional.
Adapun kategori lomba yang dipertandingkan meliputi Olimpiade Sains dan Umum, Karya Tulis Ilmiah (Riset) bidang Science and Technology serta Social Science, Bahasa Asing seperti Story Telling dan Ghina’ (menyanyi bahasa Arab), Tahfidzul Qur’an, serta Qira’atul Kutub atau baca kitab.
Untuk menjaga kualitas dan objektivitas penilaian, panitia menghadirkan dewan juri profesional dari berbagai institusi ternama. Di bidang riset sosial humaniora, penilaian dilakukan oleh Alfiatul Khoiriyah, S.Si., M.AP serta Dr. Ahmad Humaidi, M.Pd.I dari Universitas Zainul Hasan Genggong.
Sementara itu, bidang riset sains dinilai oleh akademisi berpengalaman, di antaranya Prof. Dr. Ahmad Taufiq, S.Pd., M.Si dari Departemen Fisika Universitas Negeri Malang, Prof. Sigit Tri Wicaksono, S.Si., M.Si., Ph.D dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, serta Prof. Yap Wing Fen, Ph.D dari Universiti Putra Malaysia.
Pada bidang bahasa, lomba Story Telling dinilai oleh Mujiburrohman Bakri, S.Kom dan Nafi’atun Ainia Asy’ari, M.Pd, sedangkan lomba Ghina’ dinilai oleh Ustadz M. Zainul Fata, S.Pd. Untuk bidang keagamaan, lomba Tahfidz dinilai oleh Ustadzah Hj. Majidatul Ulfa, dan lomba Qira’atul Kutub dinilai oleh Ustadz H. Abu Yazid Adnan, M.Hi.
Dengan rangkaian kegiatan yang komprehensif dan peserta dari berbagai daerah, EXFESH 2026 diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang unggul, berdaya saing, serta berkarakter religius di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.(bhj)












