Probolinggo.seputarjawatimur.com- Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-58 Universitas Islam Zainul Hasan (UNZAH) Genggong, Program Pascasarjana UNZAH menggelar Kuliah Umum Pascasarjana yang dirangkaikan dengan Peresmian Gedung Wisma Tamu Pascasarjana. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Kampus UNZAH ini menjadi bagian dari upaya strategis universitas dalam memperkuat identitas akademik sekaligus meningkatkan layanan kelembagaan berbasis pesantren.
Kuliah umum mengusung tema “Penguatan Identitas Mutu Mahasiswa Pascasarjana Berbasis Pesantren dan Berdaya Saing di Era Global” dan dilaksanakan pada Rabu, 21 Januari 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan universitas, dosen, mahasiswa pascasarjana, serta tamu undangan dari berbagai unsur akademik dan masyarakat.
Acara diawali dengan peresmian Gedung Wisma Tamu Pascasarjana UNZAH yang berada di lantai satu oleh KH. Moh. Hasan Mutawakkil ‘Alallah, S.H., M.M. Peresmian gedung tersebut menjadi simbol penguatan sarana pendukung akademik sekaligus wujud komitmen UNZAH dalam meningkatkan mutu layanan institusional, khususnya di lingkungan Pascasarjana.
Setelah peresmian, KH. Moh. Hasan Mutawakkil ‘Alallah menyampaikan kuliah umum dengan menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai pesantren dalam pengembangan mutu mahasiswa pascasarjana. Menurutnya, penguatan aspek akademik harus berjalan seiring dengan pembinaan spiritual dan akhlak, agar lulusan mampu berkontribusi secara nyata di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Narasumber kedua, Prof. Dr. H. M. Sulthon, M.A., Guru Besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya dalam bidang Kajian HAM Pidana Islam, menegaskan bahwa mahasiswa pascasarjana di perguruan tinggi berbasis pesantren dituntut memiliki keunggulan ganda, yakni kedalaman keilmuan dan kekuatan karakter. Nilai-nilai pesantren seperti keikhlasan, kedisiplinan, dan tanggung jawab moral dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun daya saing lulusan di era global.
Rektor Universitas Islam Zainul Hasan Genggong, Assoc. Prof. Dr. Abdul Aziz Wahab, CH., CHT., B.A., M.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar strategis UNZAH dalam memperkuat kualitas kelembagaan Pascasarjana. Dies Natalis ke-58 UNZAH, menurutnya, menjadi momentum refleksi sekaligus akselerasi menuju perguruan tinggi Islam yang unggul dan berdaya saing global.
“Pascasarjana UNZAH harus menjadi garda terdepan dalam melahirkan sumber daya manusia yang unggul secara akademik, kokoh secara spiritual, dan berakhlakul karimah. Inilah kekuatan pendidikan berbasis pesantren yang terus kami kembangkan,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam Pascasarjana UNZAH, Dr. Ainur Rofiq Sofa, M.Pd., menegaskan bahwa kuliah umum ini menjadi ruang akademik strategis untuk memperkuat orientasi keilmuan mahasiswa pascasarjana. Ia menyampaikan bahwa Prodi MPAI terus mengintegrasikan tradisi keilmuan pesantren dengan standar akademik modern guna melahirkan lulusan yang adaptif dan berdaya saing.
Melalui kegiatan ini, Pascasarjana UNZAH berharap dapat semakin meneguhkan perannya sebagai pusat pengembangan keilmuan Islam berbasis pesantren yang adaptif, kompetitif, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan peradaban global.(bhj)












