Wartawan Probolinggo Didorong Kuasai AI dan Medsos untuk Dongkrak Promosi Wisata Daerah

Probolinggo .seputarjawatimur.com— Upaya memperkuat peran media dalam memajukan sektor pariwisata daerah terus digencarkan. Salah satunya melalui dorongan bagi para wartawan di Probolinggo untuk menguasai teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan media sosial, yang kini menjadi kebutuhan utama di era transformasi digital.

Dorongan tersebut mengemuka dalam kegiatan  Media Gathering 2025 bertema Peningkatan Kapasitas SDM dan Peran Media dalam Pengembangan Wisata Daerah yang berlangsung selama dua hari, 12–13 November 2025, di Hotel Bermi Permai, Kecamatan Krucil. Puluhan jurnalis dari berbagai media cetak, elektronik, dan daring di Probolinggo turut serta dalam kegiatan yang diinisiasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Probolinggo Raya tersebut.

Agenda ini difokuskan untuk membekali wartawan dengan kemampuan baru yang relevan dengan perkembangan teknologi informasi. Para peserta didorong tidak hanya piawai menulis berita, tetapi juga mampu menciptakan konten digital yang kompetitif dan berdaya saing.

Pada sesi pertama, Muhammad Wahyu Anggara, Produser Digital Kompas TV Jawa Timur, menyampaikan materi mengenai strategi pengembangan konten media sosial untuk kebutuhan jurnalistik. Ia menekankan bahwa media sosial telah menjadi ruang penting dalam membangun identitas media dan mempercepat penyebaran informasi yang akurat.

“Platform media harus memiliki karakter yang kuat. Jurnalis mesti memanfaatkan media sosial sebagai kanal distribusi informasi yang cepat dan tetap menjunjung integritas,” ujarnya.

Materi berikutnya disampaikan Mahmud Suhermono, Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Jawa Timur. Ia mengajak para wartawan untuk melihat AI sebagai alat bantu yang mampu meningkatkan kualitas kerja jurnalistik, bukan sebagai ancaman.

“AI tidak akan menggantikan wartawan. Namun wartawan yang mengabaikan AI bisa tergeser oleh mereka yang lebih adaptif,” tegasnya.

Meski begitu, Mahmud mengingatkan bahwa prinsip verifikasi dan klarifikasi tetap menjadi fondasi utama agar setiap informasi yang diproduksi tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris, yang hadir setelah sesi pelatihan. Ia menilai pelatihan tersebut selaras dengan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong kemajuan sektor pariwisata berbasis potensi lokal.

“Wisata bukan sekadar keindahan alam, tetapi juga budaya dan kehidupan masyarakat. Peran media sangat strategis dalam memperkenalkan semua itu,” kata Bupati Haris.

Ketua PWI Probolinggo Raya, Babul Arifandi, menambahkan bahwa *Media Gathering 2025* merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kompetensi wartawan Probolinggo agar lebih responsif terhadap perubahan zaman.

“Wartawan masa kini harus mampu melampaui jurnalistik konvensional. Mereka perlu menjadi kreator konten yang memanfaatkan media sosial dan AI untuk memperkuat promosi wisata dan budaya daerah,” ujarnya.

Melalui rangkaian kegiatan ini, PWI Probolinggo Raya berharap hubungan kerja antara insan pers dan pemerintah daerah semakin solid. Dengan penguasaan teknologi digital dan semangat kolaborasi, media diyakini mampu menjadi mitra strategis dalam mengangkat potensi wisata Probolinggo hingga ke kancah nasional dan internasional.( bhj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *