PROBOLINGGO.seputarjawatimur.com – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Islam Zainul Hasan (UNZAH) Genggong, Probolinggo. Empat mahasiswi dari kampus yang dikenal sebagai “Kampus Juara” ini berhasil menyabet Gold Medal dalam ajang International Science Project Competition (ISPC) yang digelar di Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS), Semarang, pada 26–28 Agustus 2025.
Keempat mahasiswa tersebut adalah Maulidia Habibatur Robiah, Cahya Farida Putri, Lailatul Masruroh, dan Silvia Harira Gudsy. Mereka mencuri perhatian juri dan peserta internasional melalui karya ilmiah berjudul “Exploration of Papaya Leaves (Carica papaya) as an Innovation in Herbal Tuberculosis Products.”
Kompetisi internasional ini diikuti oleh 130 tim dari enam negara, yakni Indonesia, Thailand, Hong Kong, Korea Selatan, Republik Korea, dan Vietnam. Dalam persaingan ketat tersebut, tim UNZAH tampil menonjol dengan gagasan inovatif berbasis kearifan lokal yang aplikatif dan berdampak global.
Dalam penjelasannya, Maulidia Habibatur Robiah menyampaikan bahwa penelitian mereka bertujuan mengembangkan alternatif herbal yang dapat mendukung terapi pengobatan tuberkulosis (TB).
“Kami mencoba mengeksplorasi potensi daun pepaya sebagai bahan alami untuk produk herbal. Penelitian ini mencakup ekstraksi, analisis kandungan senyawa aktif, serta formulasi produk yang aman dan efektif. Harapannya, ini bisa menjadi solusi pelengkap pengobatan TB secara alami,” ujarnya.
Capaian ini mendapat apresiasi tinggi dari Rektor UNZAH, Assoc. Prof. Dr. Abdul Aziz Wahab, CH., CHT., BA., M.Ag., yang menegaskan bahwa prestasi tersebut merupakan cerminan kualitas akademik dan daya saing mahasiswa UNZAH di tingkat global.
“Kami sangat bangga. Prestasi ini bukan hanya kemenangan tim, tetapi juga kebanggaan seluruh civitas akademika UNZAH. Ini membuktikan bahwa mahasiswa kami mampu bersaing secara internasional. Universitas akan terus mendukung lahirnya inovasi dan riset-riset unggulan di masa depan,” tegasnya.
Keberhasilan tim UNZAH dalam ajang internasional ini semakin memperkuat posisi UNZAH Genggong sebagai institusi pendidikan tinggi yang berorientasi pada riset, inovasi, dan pengembangan keilmuan berbasis nilai-nilai keislaman.
UNZAH berkomitmen untuk terus membangun ekosistem akademik yang mendukung kreativitas dan kolaborasi internasional, guna mencetak generasi unggul dan berdaya saing di era global.(rfq).












