Viral! Video Diduga Pesta Miras di Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Resahkan Warga. Ada Yang Sebut Habaib Di Video Itu.

Kraksaan.seputarjawatimur.com – Jagat media sosial dibuat heboh dengan beredarnya sebuah video berdurasi 34 detik yang menunjukkan empat orang warga diduga sedang berpesta minuman keras (miras) di area Stadion Gelora Merdeka Kota Kraksaan, pada malam hari. Video tersebut pertama kali viral di platform TikTok dan langsung menuai reaksi keras dari masyarakat.

Dalam video tersebut, tampak empat pria bergantian meminum dari gelas yang sama, diduga berisi miras, di samping miniatur Candi Jabung, yang menjadi ikon di kawasan stadion. Ironisnya, lokasi tersebut dikenal sebagai ruang publik yang biasa dimanfaatkan warga untuk menikmati kuliner dari para pedagang kaki lima (PKL), terutama di malam hari.

Lebih mengejutkan lagi, dalam percakapan yang terekam di video, terdapat nama seorang kontraktor ternama yang disebut sebagai “bos”, dan bahkan ada penyebutan nama habaib, yang semakin memicu kemarahan publik.

Keberadaan video itu memicu keresahan di kalangan masyarakat. Salah seorang pedagang kaki lima yang berjualan di area stadion, berinisial MD, mengaku khawatir jika aksi semacam itu dibiarkan akan merusak citra stadion serta mengurangi minat pengunjung.

“Stadion itu bukan tempat untuk ajang maksiat. Itu ruang publik untuk warga yang ingin menikmati suasana malam bersama keluarga,” ujarnya, Senin (21/4/2025).

MD menambahkan, kawasan stadion yang dilengkapi miniatur Candi Jabung merupakan spot favorit warga untuk berfoto dan bersantai. Ia berharap aparat penegak hukum, khususnya Satpol PP, segera turun tangan untuk menciptakan rasa aman di area tersebut.

Warga meminta adanya pengawasan yang lebih ketat, terutama pada malam hari, agar stadion tidak disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Mereka juga berharap agar pemerintah daerah memberikan perhatian serius agar citra stadion Gelora Merdeka tetap menjadi tempat yang nyaman, bersih, dan aman bagi seluruh kalangan masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang maupun pemerintah setempat terkait isi video dan identitas para pelaku dalam rekaman tersebut.(bhj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *