Probolinggo.seputarjawatimur.com – Universitas Islam Zainul Hasan (Unzah) Genggong terus berinovasi dalam bidang pendidikan dengan meluncurkan program Dakwah Media Sosial Pembelajaran. Program ini diperkenalkan dalam Rapat Koordinasi Pimpinan dan Dosen untuk persiapan perkuliahan semester genap Tahun Akademik 2024-2025.
Dalam sambutannya, Rektor Unzah, Dr. Abdul Aziz Wahab, BA., M.Ag., CH., CHT., menekankan bahwa dakwah dan pendidikan harus berkembang sesuai dengan era digital.
“Media sosial bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga sarana efektif dalam menyebarkan ilmu dan nilai-nilai Islam. Dengan program ini, kita ingin menghadirkan dakwah berbasis akademik yang dapat diakses oleh mahasiswa dan masyarakat luas secara fleksibel dan interaktif,” ungkap Rektor.
Dakwah Media Sosial Pembelajaran ini akan memanfaatkan berbagai platform digital, seperti YouTube, Instagram, TikTok, dan Telegram, untuk menyampaikan materi akademik, kajian keislaman, serta wawasan kebangsaan. Kontennya akan dikemas dalam bentuk video pendek, infografis, podcast, dan siaran langsung dari para dosen serta narasumber ahli.
Wakil Rektor I Unzah, Dr. Muhammad Hifdil Islam, M.Pd., menambahkan bahwa program ini tidak hanya bertujuan sebagai media pembelajaran, tetapi juga sebagai langkah strategis Unzah dalam melawan hoaks dan menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat dan rahmatan lil ‘alamin.
“Mahasiswa saat ini banyak menghabiskan waktu di media sosial. Oleh karena itu, kita harus hadir di sana dengan konten yang edukatif dan inspiratif. Dengan program ini, kita ingin mengoptimalkan media sosial sebagai ruang dakwah dan pembelajaran yang mudah diakses kapan saja dan di mana saja,” jelasnya.
Peluncuran program ini mendapat sambutan positif dari para dosen dan pimpinan Unzah. Mereka berharap inovasi ini bisa meningkatkan interaksi akademik yang lebih dinamis dan inklusif, serta memperluas jangkauan dakwah Unzah ke tingkat nasional dan internasional.
Dengan adanya sinergi antara dakwah dan teknologi, Unzah semakin mantap dalam mewujudkan visi Green Digital University 2030, serta menjadi pusat keilmuan Islam yang relevan dengan perkembangan zaman.(bhj)












