Cagub Khofifah Giat Kampanyenya Pasar Besar Kota Pasuruan, Sempat Beberkan Kesiapan Debat.

{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false}

Pasuruan, seputarjawatimur.com – Calon Gubernur (Cagub) nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa melakukan kegiatan kampanyenya di pasar besar Kota Pasuruan, dengan menyapa warga juga para pedagang yang ada, pada Sabtu (02/11).

Pada kesempatan ini Cagub Khofifah berkesempatan belanja-belanja buah pada pedagang yang ada di jalan pasar besar Kota Pasuruan, dilanjutkan dengan memantau cek kesehatan gratis yang disediakan oleh tim Cagub-Cawagub nomor urut 2.

Dalam kunjungan ke pasar besar Kota Pasuruan ini Khofifah menegaskan pihaknya siap untuk menghadapi debat kandidat kedua yang digelar KPU Jatim besok Minggu 3 November 2024.

“Tema debat kedua besok adalah Tata Kelola Pemerintah yang Efektif dan Inovatif Serta Pelayanan Publik Yang Inklusif. Bismillah , Insya Allah kami pada posisi siap dan on the right track,” tegas Khofifah.

Bukan tanpa alasan, sebab selama memimpin Jatim di periode pertama, Khofifah terus mengedepankan sistem tata kelola pemerintahan yang cepat tanggap transparan akuntabel responsif (Cettar). Yang mana sistem ini telah mengantongi nilai skor yang tinggi dari Kementerian Dalam Negeri.

“Kita mendapat skor standar pelayanan minimum Jatim itu 99,36. Ini angka yang sangat tinggi, dimana yang menilai adalah Kementerian Dalam Negeri yang memang memiliki kewenangan penilaian dengan indikator-indikator yang ditentukan,” tegas Khofifah.

Meski begitu Khofifah menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menganggap underestimate proses debat kandidat Pilgub Jatim. Beberapa hari ini pihaknya meski masih aktif seharian menyapa masyarakat, Khofifah bersama Emil tetap melakukan kordinasi untuk menyiapkan diri jelang debat.

“Saya dan Mas Emil tidak pernah underestimate kami juga melakukan kordinasi dengan dipandu oleh tim. Supaya kita sama sama bisa memanfaatkan waktu yang sangat pendek dengan substansi yang padat sesuai mekanisme yang sudah ditentukan KPU,” pungkasnya.(nik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *