Banyuwangi.seputarjawatimur.com.Aktivitas pengolahan sampah yang berdiri di atas tanah aset desa genteng wetan ini mulai dikeluhkan warga. Hal ini disebabkan bau menyengat yang diduga berasal dari sampah rumah tangga yang ditampung di TPS ini.
Padahal tempat pengolahan sampah dengan kapasitas tampung hingga 1,8 ton ini masih berusia sepekan. Sampah rumah tangga berupa sisa makanan atau jenis organik diduga jadi biang masalah bau menyengat yang menyeruak hingga keluar TPS.
Tak hanya bau, lalat pun ikut bermunculan dan menggangu aktivitas warga, terutama sektor kuliner yang kebetulan berdiri tak jauh dari lokasi sekitar.Selain itu pengguna jalan pun turut terkena terpaan bau menyengat ketika melintas jalan raya dekat TPS.
Sementara, Pihak pengelola sendiri berdalih rutin melakukan penyemprotan cairan katalis guna mengurangi efek bau sampah yang timbul. Terlebih saat musim penghujan yang berpotensi menimbulkan bau berlebih. “ saat ini sudah ada beberapa warga yang datang ke sini terkait dengan sampahnya kok banyak,dan kami berupaya untuk menekan baunya dengan menyemprotkan bakterilah” ungkap david suprianto ketua teknis pengelolaan Tps.
Tps ini sejatinya masih dalam tahap uji coba sebelum didirikan tempat pengolahan sampah permanen bantuan dari pemerintah Norwegi. Tahap uji coba sendiri dilakukan sebagai riset mengetahui banyaknya sampah yang dihasilkan yang kemudian ditampung di tempat ini.
Bantuan hibah pengolahan sampah senilai hampir setengah miliar bakal digerojok korporasi Norwegia guna mengatasi permasalahan sampah khususnya di desa genteng wetan. Namun tahap uji coba ini justru menuai keluhan warga lantaran bau yang ditimbulkan(gus)












