Pasuruan, Seputarjawatimur.com – Dalam memenangkan Pilkada Kabupaten Pasuruan DPC PKB dan calon bupati (Cabup) KH. Mujib Imron (Gus Mujib) terus melakukan pendekatan dan sosialisasi ke berbagai kalangan masyarakat, seperti dalam kegiatan Turba DPC PKB di pondok pesantren Wahid Hasyim yang berada di Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan.
Dalam pertemuan rutin ini DPC PKB mengundang warga Nahdliyin yang berada dalam organisasi kemasyarakatan (Ormas) maupun non (Ormas) dalam sosialisasi dan pendidikan politik Pilkada 2024.
Pelaksana harian (Plh) DPC PKB Sudiono Fauzan menyampaikan, dalam pendidikan Pilkada janganlah muda terprovokasi dengan isu-isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, terutama dalam dunia media sosial (medsos) yang sangat muda memprovokasi masyarakat luas.
“Saya sampaikan pada masa Pilkada saat ini medsos sangat mempengaruhi masyarakat, apabila muda terprovokasi maka akan berdampak negatif nantinya,” kata Mas Dion sapaan akrab Plh DPC PKB.
Mas Dion juga menambahkan kepada warga Nahdliyin dan semuanya yang mendukung Gus Mujib, bahwa DPP PKB untuk Pilkada Kabupaten Pasuruan hanya mengeluarkan satu rekom yaitu kepada Gus Mujib.
“Rekom DPP PKB pada Pilkada Kabupaten Pasuruan turun ke Gus Mujib, tidak akan diberikan ke siapa saja maupun saya,” ungkap Mas Dion.
Dimana Gus Mujib apa yang dikehendaki masyarakat pada survei yang telah dilakukan memenuhi kriteria semuanya mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, birokrasi, hingga legislatif semuanya pernah dijabatnya dan berhasil dalam mengemban amanah.
Gus Mujib menyampaikan saat ini kita krisis pemimpin yang mempunyai dasar agama sebagai landasan, sehingga banyak pemimpin yang tidak amanah bahkan korupsi dilakukan diman-mana.
“Kita butuh revolusi mental yaitu pendidikan agama sejak dini seperti wajib madin, TPQ hal yang mendasari dalam rangka memperkuat keimanan ketaqwaan agar tidak mudah terpengaruh akan duniawi,” ucapnya.
Gus Mujib dalam melaksanakan program pembangunan 5 tahun kedepan tidak bisa dilakukan sendiri, maka bersama-sama partai politik lainnya dan semua masyarakat Kabupaten Pasuruan turut serta memberikan masukan.
“Program pembangunan terutama ibukota Bangil dengan perbaikan alun-alun dan masjid Agung, yang menjadi simbul Kabupaten Pasuruan,” terangnya.
Dirinya juga akan turun ke masyarakat untuk mengetahui permasalahan di tingkat bawah, bukan sebagai pemimpin yang hanya duduk dibalik meja saja, sehingga permasalahan langsung bisa diketahui dan solusi penyelesaian setiap masalah yang ada (nik)












