Probolinggo.seputarjawatimur.com- Universitas Islam Zainul Hasan (UNZAH) Genggong menggelar acara The Annual International Conference on Religious Moderation (AICROM) di Aula KH. Hasan Saifourridzl. Rabu 6 Maret 2024
Acara tersebut merupakan Konferensi Internasional Tahunan tentang Moderasi Keagamaan, sebuah forum yang mengundang pemikir, pemimpin agama, dan akademisi untuk mendiskusikan isu-isu krusial seputar moderasi keagamaan.
Konferensi ini bertujuan untuk membuka ruang dialog antaragama, mendorong pemahaman lintas kepercayaan, dan menjelajahi cara-cara untuk mengatasi ekstremisme serta radikalisme. Dengan fokus pada moderasi keagamaan, peserta diundang untuk berbagi pandangan, penelitian, dan pengalaman praktis yang dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan dialog antarumat beragama.
Menghadirkan Prof. Akh. Muzakki, sebagai Keynote Speech seorang akademisi yang kini menjabat sebagai Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan sekaligus menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmat 2022-2027 beliau akan memberikan wawasan mendalam mengenai pentingnya moderasi keagamaan dalam konteks global saat ini.
Prof. Dr. Faisol Mahmud Adam Ibrahim., dari Sudan Afrika Timur sebagai Speakers Seasion I akan memberikan wawasan tentang Prinsip moderasi yang mengacu pada keseimbangan dan keadilan.
Prof. Dr. Bakri Muhammad Bakhiet., Speakers Seasion II Sudan Afrika Timur seorang ahli di bidang keagamaan yang telah memberikan kontribusi besar dalam pengembangan pemikiran moderat akan membagikan wawasan dan pengalaman praktis mengenai penerapan moderasi keagamaan dalam masyarakat sehari-hari.
Mafudz Sulaiman, selaku Ketua Panitia AICROM menerangkan bahwa kampus UNZAH telah lama menjadi pusat keilmuan yang menekankan pentingnya harmoni antarumat beragama. Menyadari kompleksitas tantangan global yang melibatkan aspek keagamaan, universitas ini merasa mendesak untuk menjadi motor penggerak dalam upaya mempromosikan moderasi keagamaan.
Dalam semangat inklusifitas dan dialog antaragama, universitas ini memandang perlu untuk menggelar The Annual International Conference on Religious Moderation (AICROM) sebagai wadah tahunan yang mempertemukan para pemikir, pemimpin agama, dan akademisi dari seluruh dunia.
“Melalui The Annual International Conference on Religious Moderation, Universitas Islam Zainul Hasan Genggong berharap dapat menjadi katalisator bagi perubahan positif dalam memahami dan mengelola perbedaan keagamaan, serta membuka jalan menuju perdamaian dan toleransi yang lebih besar di dunia ini.” Ungkapnya. (bhj)












